ASTAGFIRULLAH HAL ADZIM.!! Inilah 10 Perilaku Istri Yang Durhaka Kepada Suami, No 5 Yang Sering Banyak Dilakukan,SHARE Semoga Bermanfaat..
Sabtu, 17 Desember 2016

ASTAGFIRULLAH HAL ADZIM.!! Inilah 10 Perilaku Istri Yang Durhaka Kepada Suami, No 5 Yang Sering Banyak Dilakukan,SHARE Semoga Bermanfaat..

Mesothelioma is a form of cancer which occurs in thin membranes (called the mesothelium) lining the chest, lungs, abdomen and sometimes the heart. Although quite rare, mesothelioma symptoms strike more than 200 people each year in the United States. The majority of mesothelioma cases are directly linked to asbestos exposure. Because of the long latency period of mesothelioma, the average age of patients is between 50 and 70 years. Mesothelioma affects men most due to the high exposure of asbestos in industrial typed jobs. Mesothelioma symptoms include respiratory problems, shortness of breath, continual cough and pneumonia. Other mesothelioma symptoms include weight loss, abdominal problems and swelling. In some mesothelioma patients, the mesothelioma symptoms are quite muted, making it hard for mesothelioma doctors to diagnose. Mesothelioma doctors specialize in the study, research, and treatments of Mesothelioma cancers. Mesothelioma (or the cancer of the mesothelium) is a disease in which cells become abnormal and replicate without control. During Mesothelioma, these cells will invade and damage tissues and organs. Mesothelioma cancer cells can spread throughout the body causing death. Mesothelioma treatments and Mesothelioma clinical trials and tests There are many mesothelioma treatment options available. Treatments include surgery, radiation therapy and chemotherapy and the mesothelioma treatment depends on the patient’s age, general health and stage of the cancer. There has been much mesothelioma research conducted throughout the past two years to find new treatment methods. Click here to read more about mesothelioma treatment techniques. Through mesothelioma research, The National Cancer Institute has sponsored mesothelioma tests and clinical trials that are designed to find new treatment methods. Because of the increase in number of mesothelioma cases in the United States, both governments have increased funding for mesothelioma research. Mesothelioma research and clinical trials have been successful in developing new techniques to fight this cancer and the outlook for more advanced mesothelioma treatments is promising. Surgery is the most common treatment method for malignant mesothelioma. Tissues and linings affected by mesothelioma are removed by the doctor and may include the lung or even diaphragm. A second mesothelioma treatment method is radiation therapy through the use of high energy x-rays that kill the cancer cells. Radiation therapy can be outside or inside the body. A third mesothelioma treatment method is chemotherapy. Through pills or drugs through needles, chemotherapy drugs are used to kill cancer cells. A new mesothelioma treatment method is called intraoperative photodynamic therapy. In this treatment, light and drugs are used to kill cancer cells during surgery for early stages of mesothelioma in the chest. Although there are numerous treatments and drugs for mesothelioma, doctors are losing the battle against this deadly disease. Most mesothelioma treatments involve old techniques combined with different drug cocktails. However, in most cases, these mesothelioma treatments have many side effects including organ damage, nausea, increase in heart failure etc. The rush to find a more effective mesothelioma treatment or even cure is ongoing at numerous clinical labs across the nation. Let's hope that the mesothelioma treatments will one day erradicate mesothelioma cancer and asbestosis. With an abundance of information on the Internet, Mesothelioma Cancer and Asbestos ([http://www.mesothelioma-cancer-and-asbestos.com]) has consolidated the most important issues surrounding Mesothelioma, Mesothelioma doctors and symptoms, Mesothelioma treatment, Mesothelioma research and tests. At [http://www.mesothelioma-cancer-and-asbestos.com], the website contains useful resources on Mesothelioma lawyers and attorneys, as well as causes by asbestos exposure, asbestos removal, asbestos attorneys and lawsuits, and asbestos cancer. Patients stricken by Mesothelioma and their families require support and current information. Mesothelioma Online Resources hopes to educate and give hope to survivors and victims. Mesothelioma is such a harsh disease. Not only does it take years for symptoms to appear, but there are limited treatements and drugs that will prolong the lives of workers stricken with mesothelioma. In many cases, the death rate of mesothelioma is unfortunately very high. However, with increased funding in mesothelioma research through the government and private grants, the outlook for a mesothelioma cure is quite possible. In the meantime, mesothelioma support groups and local discussions provide the ongoing support for mesothelioma patients. Mesothelioma Cancer and Asbestos ([http://www.mesothelioma-cancer-and-asbestos.com])is your source for mesothelioma and asbestos information, treatments, clinical trials, attorneys, support groups and lawyers. About the website: Michael Kenneth is a successful Internet Publisher and has researched and written on many topics for [http://www.mesothelioma-cancer-and-asbestos.com] - your complete source for mesothelioma information, mesothelioma attorneys and lawyers, mesothelioma treatments and research, asbestos exposure and removal, asbestos attorneys and legislation as well as asbestos cancer.

1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna

Sebelumnya menikah, seorang wanita memikirkan pernikahan yang demikian indah, kehidupan yangdemikian romantis seperti ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.




 
Ia memiliki gambaran yang begitu ideal dari satu pernikahan. Kelelahan yang demikian, cape, permasalahan keuangan, dan segudang problematika di dalam satu keluarga luput dari gambaran nya. Ia hanya pikirkan yang indah-indah dan enak-enak dalam satu perkawinan.

Selanjutnya, waktu ia harus hadapi semua, ia tidak siap. Ia kurang bisa terima keadaan, hal sejenis ini berjalan berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sama seperti gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak mulai muda.

Seorang wanita yang bakal menikah, alangkah baiknya bila ia lihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat pada suami)

Nusyus yakni sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat pada suami. Wanita yang kerjakan nusyus yakni wanita yang melawan suami, tak mematuhi perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tentukan buat dia.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, salah satunya yaitu :

Menolak ajakan suami waktu mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun lewat cara samar. Mengkhianati suami, misalnya dengan merajut hubungan gelap dengan pria lain. Memasukkan seseorang yg tak disenangi suami dalam rumah, lupa dalam melayani suami, terlalu berlebih dan menghambur-hamburkan uang pada yang tidaklah tempatnya, menyakiti suami dengan bicara yang buruk, mencela, dan menghinanya, keluar rumah tidak ada izin suami, menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

Seorang istri shalihah akan selalu meletakkan ketaatan pada suami di atas segala-galanya. Sudah pasti tidaklah ketaatan dalam kedurhakaan pada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan juga, dalam kondisi apapun, suka maupun susah, lega maupun sempit, sukai ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini demikian besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tak sukai pada keluarga suami

Kadang-kadang seorang istri kehendaki agar semuanya perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak dapat sedikit juga waktu dan perhatian diberikan pada selainnya. Termasuk pada orangtua suami. Walaupun sesungguhnya, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.

Satu di antara mempunyai bentuk yakni cemburu pada ibu mertuanya. Ia berasumsi ibu mertua sebagai pesaing paling penting dalam peroleh cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, beberapa istri berani menghina dan berbuat tak etis orang-tua suami, bahkan ia seringkali berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka pada orang tuanya. Terkadang istri punya niat mencari-cari kesalahan dan kekurangan orangtua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan satu permasalahan, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih sukai pada keluarga istri, ia berusaha hindari suami dari keluarganya dengan bermacam langkah.
Ikatan pernikahan bukan hanya jadikan satu dua insan dalam satu lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Ke-2 orang-tua suami yakni orang-tua istri, keluarga suami yakni keluarga istri, demikian sebaliknya. Merajut hubungan baik dengan keluarga suami yaitu satu di antara keselarasan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia apabila istrinya bisa memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal sejenis ini akan berikan cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak melindungi penampilan

Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan gunakan baju yang indah hanya waktu ia keluar rumah, waktu bakal melancong, menghadiri undangan, ke kantor, berkunjung ke saudara maupun sebagian rekannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau waktu ada acara yang lain di luar rumah. Kondisi ini sungguh berbalik waktu ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya gunakan baju seadanya : kadang-kadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.

Apabila keadaan ini terus-terusan dipelihara oleh istri, janganlah heran apabila suami tidak betah di rumah, ia lebih gemari memakai waktunya di luar dari pada di rumah. Harusnya, berhiasnya dia lebih ditujukan pada suami Jangan pernah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan pada orang lain, walaupun sesungguhnya suami nya di rumah lebih memiliki hak karena itu.

5. Kurang berterima kasih

Seringkali, seorang suami tidak bisa penuhi keinginan sang istri. Apa yang diperoleh suami jauh dari apa yang ia mengharapkan. Ia tidak suka dengan apa yang diperoleh suami, walaupun suaminya sudah berupaya dengan cara maksimal untuk penuhi keperluan keluarga dan beberapa keinginan istrinya.

Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih pada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang didapatkan padanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Ciri-ciri qona’ah dan ridho pada apa yang diperoleh Allah kepadanya demikian jauh dari dirinya.

Seorang istri yang shalihah tentunya bisa tahu terbatasnya kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan satu hal yg tidak bisa ditangani suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan jadi lebih.
“Sesungguhnya apabila anda bersukur, pasti Kami akan memberi (nikmat) kepadamu, jika anda memungkiri (nikmat-Ku), jadi sebenarnya adzab-Ku begitu pedih. ”


6. Memungkiri kebaikan suami
“Wanita merupakan sebagian besar masyarakat neraka. ” Demikian di sampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana saat berlangsung gerhana matahari.

Ajaib!! wanita begitu dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu peroleh hak untuk dihormati tiga kali makin besar dari pada ayah. Sosok yang dimuliakan, namun jadi jadi penghuni beberapa besar neraka. Bagaimana ini berjalan?

“Karena kekufuran mereka, ” jawab Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam waktu sebagian sabahat kemukakan pertanyaan mengapa hal semacam itu bisa berjalan. Apakah mereka memungkiri Allah?

Tidaklah, mereka tidak mengingkari Allah, tetapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Jika seorang suami berbuat kebaikan sepanjang hidup, lantas seorang istri saksikan satu hal yg tak disukainya dari seorang suami, jadi si istri akan menyampaikan bila ia tidak saksikan kebaikan sedikitpun dari suaminya. Sekian info Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).




Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dikerjakan suami!!
Tersebut pemicunya banyak kaum wanita ada di dalam neraka. Mari kita saksikan diri masing-masing kita, kita sama-sama introspeksi, apa dan bagaimana yang telah kita lakukan pada suami-suami kita?

Apabila kita lepas dari yang sekian, alhamdulillah. Itu yang kita mengharapkan. Berita suka untukmu wahai saudariku.
Namun apabila tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya, jadi waspadalah dengan apa yang telah disangka oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat, cuma satu pilihan utuk lepas dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan, masih tetap ada waktu untuk bertobat. Tetapi mengapa mesti nantinya? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Jangan pernah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku ; kejarlah ajalmu, bukankah engkau tak paham kapan engkau akan menjumpai Robb mu?
“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, namun isterinya (di akhirat nanti) : bidadari sebagai pasangan suaminya (berkata) : “Jangan engkau menyakitinya, nanti anda dimurkai Allah, seorang suami begimu cuma seorang tamu yang bisa selekasnya berpisah dengan anda menuju kami. ” (HR. At Tirmidzi, hasan)

Wahai saudariku, mari kita saksikan, apa yang telah kita lakukan hingga saat ini, jangan sampai bosan dan henti untuk introspeksi diri, jangan sampai apa yang kita lakukan tidak ada kita sadari membawa kita pada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.

Apabila satu saat, terlihat satu hal yg tak kita sukai dari suami ; jangan sampai kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.
“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sebenarnya suamimu yakni surga dan nerakamu. ” (HR. Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan

Masing-masing orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi persoalan yakni apabila seorang istri menyebutkan kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam gagasan mengungkit-ungkit kebaikannya semata.

“Hai sebagian orang yang beriman, jangan pernah anda menyingkirkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). ” Al Baqarah : 264

Abu Dzar radhiyallahu’Anhu meriwayatkan, sebenarnya Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga grup manusia dimana Allah tidak akan bicara dan tak akan lihat mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih. ”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya beberapa tiga kali. ” Lalu Abu Dzar kemukakan pertanyaan, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah? ” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang gemari mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang gemari bersumpah palsu waktu jual. ” HR. Muslim

8. Repot di luar rumah

Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Aktivitas ini tidak ada salahnya, kalau peroleh izin suami dan tidaklah hingga menyepelekan pekerjaan dan tanggung jawabnya.

Jangan sampai aktivitas itu melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terlewati.
Waktu suami pulang dari mencari nafkah, ia rasakan rumah belum beres, cucian masih tetap menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Apabila hni berjalan terus menerus, mungkin saja saja suami tidak betah di rumah, ia lebih sukai menggunakan waktunya di luar atau di kantor.

9. Cemburu buta

Cemburu yaitu tingkah laku wanita, ia yaitu satu ekspresi cinta. Dalam batas-batas khusus, dapat dijelaskan wajar jika seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa berprasangka jelek pada suami yg tidak kerap ada di rumah. Namun apabila rasa cemburu ini sangat berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya datang dari praduga ; jadi rasa cemburu ini dapat berpindah jadi cemburu yang tercela.

Cemburu yang disyariatkan yaitu cemburunya istri pada suami karena kemaksiatan yang ditanganinya, misalnya : berzina, kurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mengutamakan istri lain dari pada dirinya. Apabila ada tanda sinyal yang membenarkan hal sejenis ini, jadi ini yakni cemburu yang terpuji. Apabila hanya sangkaan belaka tidak ada fakta dan bukti, jadi ini yaitu cemburu yang tercela.

Apabila kesangsian istri sangat berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal sejenis ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman waktu ada di rumah. Bahkan, tidak tutup kesempatan, kejengkelannya akan dilampiaskan melalui cara lakukan apa yang didugakan istri pada dirinya.

10. Kurang melindungi perasaan suami

Kepekaan suami maupun istri pada perasaan pasangannya demikian diperlukan untuk jauhi terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri baiknya senantiasa siaga dalam masing-masing pengucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia bisa membuat perlindungan lisannya dari rutinitas mencaci, berkata keras, dan mengkritik melalui langkah menyudutkan. Istri selalu berusaha untuk memerlihatkan muka yang ramah, mengasyikkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan waktu diliat suaminya.

SEMOGA INI SEMUA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA. AMIINNNN...!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.